Kamis, 25 Agustus 2011
love letter
kamu tau, kalo cinta bagaikan matahari dan bulan, hanya saja, mereka bertepuk sebelah tangan,, karena matahari selalu ada untuk bulan tapi bulan tidak selalu ada buat matahari, matahari selalu memberikan sinarnya buat bulan, tapi k3napa bulan tidak pernah memberikan sesuatu untuk matahari,, mungkin kalo dikaitkan dengan bumi, matahari memberika sinarnya juga untuk bumi, dan, bumi memberikan gravitasinya untuk matahari supaya mereka tidak jatuh dan saling tarik menarik, apakah mereka pantas? bagaimana dengan bulan? buni selalu ada untuk bulan tapi kenapa bulan juga tidak slalu ada untuk bumi, mungkin kalo mereka dipertemukan dalam satu garis lurua, mungkin bulan lah yang paling diperebutkan, kenapa? padahal bulan tidak pernah selalu ada untuk mereka, tapi kenapa saling diperebutkan? kenapa tidak matahari dan bumi saja agar bisa bersatu selamanya, aku hanya berharap, kita jadi matahari dan bulan yang saling bergantung dan bulan sebagai masa lalu kita agar bisa kita mengerti untuk jalan lebih baik lagi,,
Senin, 11 Juli 2011
LIFE IS CONTEST TO BE BETTER!
Hidup adalah perlombaan. Jika kau tidak cekatan, maka tidak ada seorangpun yang menerimamu dan kau gugur.
Itulah kata yang baru kusadari di benakku, di SD, aku adalah anak yang serba cukup, nilaiku cukup, pemahamanku cukup, dan sangat serba kecukupan, tapi, disuatu saat ada kejadian dimana semua bakal berubah, perubahan teman - temanku menjadi lebih baik membuatku tidak saar an perlahan - lahan tersingkir dari barisan orang - orang pintar, aku hampir terbelakang, aku hanya punya satu misi untuk itu, yaitu sukses masuk smp 1, tapi aku tidak menyaari, itu hanya angan - anganku saja bukan cita - cita, aku tidak berusaha maksimal, akhirnya, aku tetap masuk, tapi maksa, karena aku lewat jalur program smp 1 yg baru, tapi tetap saja itu merupakan sebuah kegagalan bagiku.
Kejadian lebih parah lagi justru bermula i SMP. Aku lebih tumpul dan tidak cekatan, disini, seluruh sekitar anak - anak pintar mengumpul jadi satu di smp 1, mereka berlomba - lomba menjadi yang terbaik, lantas, bagaimana dengan aku?, aku menjaddi semakin terbelakang dengan masuk sini, yang merupakan kesusahan bagiku sendiri, bagaimana cara membuatku menjadi mampu?bagaimana aku mengalahkan mereka juga? dan disini aku mulai takut, sangat takut unutk kalah an itulah yang membuatku menjadi terbelakang
Itulah kata yang baru kusadari di benakku, di SD, aku adalah anak yang serba cukup, nilaiku cukup, pemahamanku cukup, dan sangat serba kecukupan, tapi, disuatu saat ada kejadian dimana semua bakal berubah, perubahan teman - temanku menjadi lebih baik membuatku tidak saar an perlahan - lahan tersingkir dari barisan orang - orang pintar, aku hampir terbelakang, aku hanya punya satu misi untuk itu, yaitu sukses masuk smp 1, tapi aku tidak menyaari, itu hanya angan - anganku saja bukan cita - cita, aku tidak berusaha maksimal, akhirnya, aku tetap masuk, tapi maksa, karena aku lewat jalur program smp 1 yg baru, tapi tetap saja itu merupakan sebuah kegagalan bagiku.
Kejadian lebih parah lagi justru bermula i SMP. Aku lebih tumpul dan tidak cekatan, disini, seluruh sekitar anak - anak pintar mengumpul jadi satu di smp 1, mereka berlomba - lomba menjadi yang terbaik, lantas, bagaimana dengan aku?, aku menjaddi semakin terbelakang dengan masuk sini, yang merupakan kesusahan bagiku sendiri, bagaimana cara membuatku menjadi mampu?bagaimana aku mengalahkan mereka juga? dan disini aku mulai takut, sangat takut unutk kalah an itulah yang membuatku menjadi terbelakang